Diberdayakan oleh Blogger.

penanganan Bibir SUmbing

Penanganan sumbing bibir dan langitan merupakan suatu seri pengobatan / penatalaksanaan jangka panjang; yang terdiri dari beberapa tahap.

1.    Penutupan Celah

·         Penutupan celah bibir

Dikerjakan berdasarkan kriteria rule of ten. Bila memungkinkan ( pasien datang sedini mungkin ) dilakukan preliminary treatment, berupa tindakan non bedah yang bertujuan mengendalikan pertumbuhan premaksila, mendekatkan celah bibir; agar memperoleh hasil yang baik.

Beberapa metoda dapat dikerjakan, antara lain teknik  :

1.      Straight line closure ( de la faye, Veau, Vaughan, dsb)

2.      Triangular flap ( Thompson, Barsky, Blair, Le Mesurier, Cronin, dsb )

3.      Quadrilateral flap ( Bauer, Tennison, dsb ).

Tehnik penutupan celah ini dikerjakan dalam dua kesempatan ( Randall’s lip adhesion, Millard ) maupun satu tahap ( Manchester ).

·         Penutupan celah langitan

Diharapkan langitan sudah tertutup pada usia anak mulai bisa berbicara, yaitu usia kurang lebih 2 ( dua ) tahun.

Metode yang dikerjakan antara lain teknik mucoperiosteal flap ( von Langenbeck, Wardill, dsb), aplikasi z-plasty ( Furlow, Cronin, dsb ) dsb.

·         Penutupan celah gusi

Dikerjakan bila gigi geligi permanen sudah tumbuh, kurang lebih 8-9 tahun; dengan alasan, tindakan operasi yang dilakukan sebelum gigi permanen ini tumbuh akan mempengaruhi pertumbuhan tulang? Celah yang ada diisi bone graft dengan donor berasal dari os iliaka.

2.     Penanganan sekunder/secondary repair

Perbaikan yang diperlukan sangat tergantung pada penatalaksanaan awal, terutama labioplasti. Teknik / metoda yang diterapkan dalam penutupan celah bibir yang baik, selain berorientasi pada simetrisitas dan patokan-patokan anatomik bibir; juga memperhitungkan koreksi kelainan yang sering dijumpai bersamaan, misalnya hidung, baik pada saat bersamaan dengan labioplasti maupun pada kesempatan yang direncanakan kemudian ( mempersiapkan jaringan dan menghindari parut yang tidak menguntungkan ) Masalah umum yang dijumpai pada sumbing bibir dan langitan bilateral antara lain sebagaimana disebutkan sebelumnya ( butir3.1 halaman6 ) adalah kolumela yang pendek, konfigurasi nasal tip yang tidak harmonis, problem gigi dan maksila; dan parut operasi sebelumnya.

·       Perbaikan konfigurasi anatomik bibir

Termasuk perbaikan parut dan pembentukan tuberkulum labii superior, cupid’s bow, filtrum dengan philtral ridge-nya. Penggunaan flap lokal, dalam hal ini termasuk lip switch surgery ( misal Abbe flap ) setelah proses maturasi jaringan pasca bedah sebelumnya, atau pada kesempatan tindakan operasi berikutnya

·       Penanganan hidung

Tindakan koreksi diperlukan untuk memperbaiki bentuk hidung. Kelainan bentuk dan letak dari kartilago alae dan kolumela yang pendek pada sumbing bibir bilateral merupakan masalah utama. Tindakan koreksi pada kelainan ini dikerjakan pada rentang waktu antara usia 6 bulan sampai dengan usia 6 tahun; sedangkan koreksi nasal tip dan nasal vault correction sebagai tindakan koreksi hidung, dikerjakan pada usia 15-16 tahun.

·       Penanganan gigi

Penanganan gigi merupakan problematik yang tidak terlepas dari penatalaksanaan sumbing bibir dan langitan; dan tidak kalah sulitnya dengan tindakan operasinya sendiri. Pengaturan lengkung dan arah pertumbuhan gigi-geligi ( ortodonsi ) maupun penatalaksanaan maksila yang hipoplastik ( ortognati ) merupakan seri pengobatan sendiri yang membutuhkan waktu yang relatif cukup lama. Sampai saat ini dianut penanganan gigi geligi diserahkan pada ortodontis selesai beberapa seri operasi, atau bila pasien yang bersangkutan cukup awas pada kebutuhannya. Sebenarnya penatalaksanaan awal secara terpadu jelas lebih menguntungkan bagi pasien.

·           Penanganan hipoplasi maksila
Tindakan operatif


Tergantung berat ringannya kondisi hipoplastik, berbagai metoda osteotomi rahang atas dapat dilakukan ( osteotomi LeFort, Wasmund ) yang kadang-kadang perlu dikombinasi dengan osteotomi rahang bawah ( Obwegesser, dsb )
Tindakan non operatif


Penggunaan maxillary expansion. Ada 2 metoda, yaitu rapid expansion dan non rapid expansion. Dikerjakan bersamaan dengan tindakan ortodontik.

·           Penanganan problem bicara

Gangguan bicara, berupa SUARA SENGAU dijumpai pada celah langitan; dimana terdapat hubungan antara rongga mulut dan rongga hidung. Otot-otot palatum dan faring ( m.tensor vellipalatini dan levator vellipalatini; m.monstriktor faringeus ) tidak tumbuh dan berkembang sempurna ( hipoplastik ) dan tidak terkoordinasi baik akibat adanya celah.

Tindakan rekonstruksi awal ( sebelum usia 2 tahun ) mengupayakan ‘pengembalian anatomik’ otot-otot ini, sehingga fungsinya diharapkan dapat normal dan suara sengau terkoreksi.

Upaya lain yang secara nyata mempengaruhi keberhasilan tindakan ini adalah usaha pasien mengucapkan kata-kata dengan baik dan benar; dan ini dapat dilakukan apabila tingkat kecerdasan (nilai intelligence quotient / IQ ) anak normal, sentra bicara pasien terbiasa (memiliki memori) mendengarkan kata-kata yang baik dan benar. Kondisi ini hanya dapat diperoleh bila sejak awal ( beberapa saat sejak kelahiran ) orang tua pasien membiasakan mengucapkan kata-kata yang baik dan benar di telinga anaknya / pasien ( pendidikan non formal ). Bila upaya non formal belum berhasil memberikan perbaikan, seringkali diperlukan pendidikan formal berupa terapi wicara ( speech therapy ).

Bila usaha-usaha ini telah dikerjakan, namun tidak juga memberikan hasil, pada penilaian adanya nasal escape merupakan indikasi tindakan faringoplasti.


Penatalaksanaan :

UMUR    TINDAKAN
0 – 1 minggu    Tidur telentang, pemberian nutrisi dengan kepala miring
1 – 2 minggu    Pasang obturator untuk menutup celah pada palatum, agar dapat menghisap susu, atau dengan sendok posisi ½ duduk atau memakai dot lubang kearah bawah à cegah aspirasi
10 minggu    Labioplasty , dengan memenuhi Rules of ten :


-          Umur 10 minggu

-          Berat 10 pons

-         HB > 10 gr%

-          AL < 10.000
1,5 – 2 tahun    Palatoplasty karena bayi mulai bicara
2   –  4 tahun    Speech therapy
4   –  6 tahun    Velopharyngoplasty


Mengembalikan fungsi katup yang dibentuk m.tensor veli palatini & m.levator veli palatini, untuk bicara konsonan, latihan dengan cara meniup
6 – 8   tahun    Orthodonsi (pengaturan lengkung gigi)
8 – 9   tahun    Alveolar bone grafting


Dari tulang crista iliaca, sebelum gigi caninus tumbuh
9 – 17 tahun    Orthodonsi ulang
17 – 18 tahun    Cek simetrisasi mandibula dan maxila


Edukasi Post Palatoplasty :

1.      Posisi tidur harus miring / tengkurap untuk mencegah aspirasi bila terjdi perdarahan

2.      Tidak boleh makan / minum terlalu panas / dingin karena  menghambat proses penyembuhan jahitan

3.      Tidak boleh menghisap / menyedot selama 1 bulan post operasi untuk mencegah gagalnya penyatuan palato

2 komentar:

zaki dinul 25 Februari 2015 19.35  

saya mau sharing aja sempat baca di udoctor.co.id untuk pencegahan bibir sumbing perbanyak asupan nutrisi, hindari stress serta kurangi konsumsi obat selama kehamilan dapat membantu meminimalisir terjadinya cleft. Konsultasikan selalu kondisi Anda kepada dokter kandungan. silahkan baca disini http://udoctor.co.id/gigi--mulut/bibir-sumbing-cleft-lip-read-316.html?page=2

nurul iman 10 Desember 2015 01.03  

Permisi mau nanya apakah bekas dari bibir sumbing itu bisa dihilangkan?.
Makasih.

Posting Komentar

Featured Posts

My Random Thoughts

ciwil_able punya

Primary Health

U aNd Me

Lukisan Hati

detiksport

Sepakbola

Feed / Canadian Grand Prix / Vodafone McLaren Mercedes

EatManga - Best online manga reader - Instant manga update - OneManga alternative

Pirngadi General Hospital

FulDFK

health.detik

Ikatan Dokter Indonesia (IDIOnline)

Dewan Eksekutif Wilayah 1

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP